Mengikuti Jejak Toko BABE (BArang BEkas) di Bandung

Posted by Sugeng Kurniawan 9 December, 2008 - 7,671 views

Anda pernah ke Bandung? kalo Anda sekarang akan ke Bandung atau sedang di Bandung, jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat yang satu ini, yaitu Toko BaBe (Barang Bekas). Barang bekas, rongsokan, barang second, rombeng, re-furbish ternyata tidak selamanya berkonotasi “useless”. Hal ini terjadi di kota Bandung, ada usaha yang tergolong sukses dalam membisniskan barang bekas. Bahkan tokonya terkenal luas hampir keseluruh Bandung, karena diberi nama unik “BABE” (BArang BEkas).

Idenya sebetulnya sederhana, BABE menyediakan tempat berjualan dan sekaligus mengatur penjualan. Adapun supply barang-barang dagangannya sendiri datang dari publik/masyarakat luas. dari mulai sepatu-sandal bekas, arloji, perkakas elektronik, pakaian, alat-alat olah raga, perkakas rumah tangga, alat musik, perlengkapan kantor, sepeda, bahkan hingga mobil bekas pun pernah ada dalam daftar jualan mereka. Promosi usaha nya tergolong aktif, unik dalam inovasi dan kreatif dengan menggunakan beberapa media (seperti iklan di radio, media cetak, promosi on-the road, acara offair, dll).

Mekanisme ringkas managementnya: setiap item barang dari pelanggan yang hendak dititipkan, dikenai fee titipan (misalnya Rp. 2500) untuk masa waktu tertentu penitipan. Hasil penjualan dari setiap barang yang terjual, BABE pun masih memperoleh komisi sekian persen.

Seandainya dalam sehari saja BABE menerima titipan spt ini: 50 buah jaket, 100 pasang sepatu, 50 pasang sandal, 20 arloji, 20 jam meja, 30 buah topi, 40 potong kemeja, 25 buah alat dapur, 20 buah alat elektronik, 15 buah alat musik, 25 buah alat olah raga, 50 buah handphone, 35 buah aksesori fashion anak muda, 3 buah komputer, 10 kursi kantor, 30 tas kuliah/kantor. (silakan hitung sendiri ya, ha ha ha… bisa dilihat itu berapa untungnya)

Ide ini bagus sekali untuk dikembangkan dikota-kota lain, manapun (sekedar informasi: di Bandung, usaha sejenis yang mengikuti jejak BABE banyak bermunculan), dengan penyesuaian kapasitas dan besarnya skala usaha dengan kemampua kita. Bisa saja kita mulai dengan ide “Toko Rombeng”, menjual pakaian rombeng di SUrabaya. Sambil mencoba menerapkan “resep BABE”, toko menerima juga titipan barang jualan dari masyarakat/pengunjung. Lakukan promosi dengan inovatif dan aktif, mengatur tata letak (layout) tempat usaha semenarik mungkin, jadi mari berbisnis !

Selamat mencoba ya…, semoga berhasil !!!

Categories : Artikel, Inspirasi Bisnis, Peluang Bisnis Tags : , , , ,

Comments
January 4, 2009

mau mensuplay barang rongsokan menerima nggak? apa saja kriterianya? thanks

Posted by ujang
May 15, 2010

saya sedang mendalami usaha barang2 rongsokanini dan terjun langsung sebagai pemulung di bogor,disini yg saya tahu jenis barang tg bisa saya ambil adalah beling kaca n saya bisa menargetkan 1ton perhari berhubung disini harga beling murah cuma rp.300/kg jadi saya malas mengambil nya n di biarkan berceceran juga dijalan, apa adayg berani membeli dg harga yg lebih bagus?

Posted by jaya
Leave a comment

(required)

(required)